Internasional

62 Persen Warga AS Ragu Trump Mampu Hadapi Ancaman Korut

Administrator | Senin, 25 September 2017 - 14:16:30 WIB | dibaca: 371 pembaca

Donald Trump saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York (REUTERS/Eduardo Munoz)

Washington DC - Kebanyakan warga negara Amerika Serikat (AS) memandang Presiden Donald Trump sebagai tokoh yang memecah-belah. Banyak warga AS juga tidak yakin Trump bisa menghadapi ancaman Korea Utara (Korut) secara bertanggung jawab. 

Seperti dilansir Press TV, Senin (25/9/2017), survei terbaru dari ABC/Washington Post yang dirilis Minggu (24/9) waktu setempat menunjukkan 66 persen warga AS menyebut Trump lebih banyak melakukan hal yang memecah-belah daripada mempersatukan rakyatnya. Sekitar 28 persen responden meyakini hal sebaliknya. 

Trump banyak dikritik setelah komentar kontroversialnya soal unjuk rasa pendukung supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, beberapa waktu lalu. Unjuk rasa itu berujung bentrokan dengan demonstran yang menolak supremasi kulit putih. Namun Trump malah menyebut 'kedua pihak' sama-sama bersalah. 

 

Survei terbaru ABC/Washington Post juga menunjukkan mayoritas warga AS merasa Trump tidak mampu memenuhi janji-janji kampanye untuk mengubah pemerintahan AS secara positif. Sebanyak 59 persen responden di Amerika meyakini Trump tidak membawa perubahan yang dibutuhkan pemerintahan AS. Sebanyak 39 persen responden lainnya meyakini Trump telah membawa perubahan.

Secara keseluruhan, citra Trump di mata warga AS terus negatif. Sekitar 57 persen warga AS merasa tidak puas dengan kinerja Trump sebagai Presiden AS. Hanya 39 persen warga AS yang mengaku puas atas kepemimpinan Trump. Angka kepuasan Trump sebagai Presiden AS itu mencapai level paling rendah untuk masa 8 bulan memimpin, sejak masa kepresidenan Harry S Truman sekitar 71 tahun lalu.

Survei terbaru ABC/Washington Post juga menunjukkan angka ketidakpercayaan publik pada Trump sangat tinggi, dengan mayoritas warga AS ragu Trump akan bertindak secara bertanggung jawab dalam menghadapi ancaman Korea Utara (Korut). 

 

Tercatat 84 persen warga AS saat ini memandang Korut sebagai ancaman bagi AS. Namun 62 persen dari mereka tidak percaya Trump akan bisa menghadapi ancaman Korut secara bertanggung jawab. 

Saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB, Trump mengejek Kim Jong-Un dengan menyebutnya sebagai 'manusia roket dalam misi bunuh diri' dan mengancam akan 'menghancurkan total' Korut. Para pakar menilai komentar dan pernyataan bombastis Trump untuk Korut, yang juga bernada penghinaan untuk Kim Jong-Un, bisa memiliki dampak buruk. Komentar semacam itu justru semakin memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea.

 

Sumber : Detik.com 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)