Olahraga

Menpora Harus Bertanggung Jawab dan Segera Mundur

Administrator | Rabu, 10 Juni 2015 - 12:43:31 WIB | dibaca: 298 pembaca

Muhammad Yudi Kotouky/ liputanpapua.com

 

LiputanPapua, JAKARTA (9/6), Legislator Fraksi PKS DPR RI - asal Papua, Muhammad Yudi Kotouky mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi harus bertanggung jawab dan segera mundur dari jabatannya akibat bubarnya Persipura.

Menurutnya, sepakbola harus dilihat bukan sekedar olahraga, tetapi harus dilhat sebagai seni dan sarana pemersatu anak bangsa. Saya mewakili masyarakat Papua sangat kecewa atas keputusan Menpora membekukan PSSI sehingga dijatuhkan sanksi  oleh FIFA akhir mei lalu." kata Muhay sapaan Muhammad Yudi Kotouky di Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Persipura bubar karena tidak adanya kejelasan nasib kompetisi domestik dan masa depan mereka di AFC Cup 2015. Seperti diketahui, Mutiara Hitam gagal bertanding di babak 16 besar AFC Cup 2015 akibat pemain asing tim tamu Pahang FA tidak mendapat visa dari pemerintah Indonesia. Pahang pun balik kanan setelah tiba di Jakarta dan enggan melanjutkan pertandingan melawan Boaz Solossa dkk.

Muhay mempertanyaan apa dasar Menpora membekukan PSSI. Dia (Imam Nahrowi) ngerti sepakbola tidak? dia sudah melangkah sangat jauh dalam soal ini (PSSI).

Apalagi, kesebelasan Persipura bukan hanya milik kebanggaan masyarakat Papua saja tetapi juga merupakan tim kebanggaan masyarakat Indonesia yang menjadi ikatan emosional bangsa Indonesia. yang diharapkan dapat memajukan persepakbolaan dan membawa nama harum bangsa Indonesia dilevel internasional.

Politikus PKS yang duduk di Komisi II ini menambahkan, posisi Persipura di mata rakyat Papua bukanlah sekedar klub biasa. Persipura merupakan ikon kultural daerah. "Papua ya Persipura, Persipura ya Papua," ucapnya.

“Akibat bubarnya Persipura, bertambah lagi pemain, pelatih, wasit, ofisial tim, pedagang, pebisnis, dan masyarakat yang bergantung hidupnya di dunia sepakbola kehilangan mata pencariannya.” Ungkap Muhay.

Menurutnya, jika memang ada mafia di PSSI, lebih baik ditunjukkan secara transparan. “Kami tidak bisa mengerti apa yang dilakukan Menpora. Apa dasarnya? jika dikatakan ada mafia, tangkap dan penjarakan seperti dilakukan FIFA. Jangan sampai kebijakan diambil karena anti dengan orang tertentu, itu bahaya sekali,” tegas Muhay. Hkd/LP










Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)