Kesehatan

16 Ribu Lebih Tenaga Kesehatan masih dibutuhkan di Provinsi NTT

Administrator | Selasa, 27 November 2018 - 12:50:35 WIB | dibaca: 10 pembaca

Kabid SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Loucy Hermanus (Foto : detikHealth)

Kupang - Tenaga kesehatan (nakes) merupakan elemen penting untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Sayangnya, di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih kekurangan nakes untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kabid SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Loucy Hermanus mengatakan bahwa dalam 13 bidang kesehatan, NTT masih kekurangan nakes lebih dari 16 ribu orang. 13 bidang tersebut meliputi dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, perawat terapi mulut gigi, bidan, ahli gizi, kesehatan lingkungan, apoteker/farmasi, kesehatan masyarakat, asisten apoteker, keterapian fisik, dan analis kesehatan.

"Ada 402 puskesmas di NTT. Masih banyak yang belum punya (ahli) gizi. Ditambah dari NS (Nusantara Sehat). (Ahli) gizi ada 481 di puskesmas dan rumah sakit. Kami butuh 1.500an sekian, kekurangan kami 1.030an," ujar Loucy saat ditemui di Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Selasa (27/11/2018).
 
Berdasarkan data yang dipaparkan Loucy, dokter masih banyak dibutuhkan di Provinsi NTT, baik dokter spesialis, dokter umum, maupun dokter gigi. Dari kebutuhan dokter spesialis 502 orang, baru 203 yang terpenuhi. Sedangkan masih dibutuhkan sekitar 1.671 dokter umum, dan 479 dokter gigi.

"Masih butuh dokter sekitar dua ribuan. Semua nakes belum terpenuhi," ungkap Loucy.

Padahal menurut Loucy, sekolah tinggi kesehatan yang ada di Provinsi NTT telah menghasilkan lulusan nakes yang cukup banyak. Namun, penyebarannya belum merata.

"Sampai 2017, Poltekkes dan Stikes di NTT telah meluluskan 1.700 (nakes). Belum lagi orang NTT yang kuliah di luar kota. Produk banyak, tapi kesempatan formasinya itu," pungkasnya.
 
Sumber : health.detik.com 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)