Politik

Mendagri lantik Sekjen Kemdagri dan Pjs Gubernur Papua

Administrator | Senin, 26 Februari 2018 - 12:10:34 WIB | dibaca: 255 pembaca

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menyebut terdapat 36 diskotek di Jakarta yang terlibat peredaran narkoba. Karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI mengintensifkan pengawasan di 36 diskotek itu.

"Kita melakukan pengawasan intensif terus-menerus. Kita juga melakukan pengetatan dalam pengawasan tersebut. Ini dalam konteks pembinaan ya, bukan penindakan," kata Kadisparbud DKI Tinia Budiati saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Tinia menuturkan pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk para pengelola tempat hiburan malam. Disparbud mengingatkan tentang konsekuensi jika diskotek terlibat peredaran narkoba.

"Terus melakukan pengawasan secara persuasif dengan sosialisasi terus tidak berhenti. Mengeluarkan surat edaran untuk mengingatkan bahwa jangan sampai mereka menjadi tempat peredaran narkoba, transaksi narkoba," ujar Tinia.

Menurut Tinia, Disparbud DKI tak memiliki kewenangan untuk menindak tegas, dalam hal ini menutup diskotek yang terlibat peredaran narkoba. Kata dia, yang dapat melakukan penutupan adalah Satpol PP DKI.

"Kalau penindakan bukan kita, ada BNN, ada BNNP. Memang kalau sudah terbukti, ya Satpol PP yang akan bertindak (menutup)," terang Tinia.

Buwas sebelumnya mengaku mengantongi nama 36 diskotek di Jakarta yang terlibat peredaran narkoba. Buwas mengatakan akan membuka nama ke-36 diskotek tersebut jika Pemprov DKI berkomitmen menutup tempat hiburan itu.

"Ya sudah saya tangani itu. Saya akan terus dalami. Kalau ada komitmen dari Pemda (DKI) kalau itu pasti ditutup, saya kasih tahu. Kalau nggak akan ditutup saya nggak kasih tahu," ujar di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2). 
 
Sumber : Antara 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)