Nasional

Menhub Budi Karya: Kalau ke Papua, Memang Mesti Tergelitik Berbuat Lebih Banyak

Administrator | Rabu, 07 Desember 2016 - 11:17:38 WIB | dibaca: 284 pembaca

Jakarta - Pemerintah sedang giat membangun infrastruktur di Papua. Papua yang mayoritas hanya bisa dijangkau udara, mulai dibangun moda transportasi laut dan daratnya. 

"Kalau ke Papua, memang rasanya mesti tergelitik berbuat lebih banyak untuk Papua. Saudara kita yang di sana itu kasihan, semua logistik mereka tergantung dari udara. Mau beras, minyak segala macam dari udara. Karena kalau dari darat nggak mungkin," tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat diwawancara detikcom. 

Salah satu program Kemenhub adalah tol udara. Ada anggaran subsidi yang cukup lumayan untuk menjangkau pelosok Papua yang cuma bisa dirambah dengan pesawat via udara. 

"Maka kami alokasikan Rp 300 sampai 400 miliar untuk tol udara dari kota-kota besar di sana, dari Sentani, Wamena, Timika dan Dekai. Banyak persoalan yang harus dilakukan. Tapi paling tidak kalau dengan subsidi, ada ruang tambahan untuk logistik itu," jelas dia. 

Selain memberi subsidi, Kemenhub juga akan memperpanjang landasan dan memperbaiki tata kelola. Tak lupa, moda kapal laut dan sungai serta prasarana transportasi darat juga dibangun. 

"Angkutan kapal seperti yang saya sampaikan tadi. Di Merauke masuk ke dalam, di Agats masuk ke dalam bisa sampai 500 km. Diikuti dengan jalan. Kalau sudah ada kapal dan darat, kapal terbangnya tinggal yang atas-atas aja kan. Sedangkan (wilayah geografi) yang relatif datar bisa kami substitusi dengan kapal dan jalan," paparnya. 

Selain pembangunan sarana dan prasarana perhubungan di Papua, Menhub Budi juga memaparkan pencapaian Kemenhub selama 2016. Berikut wawancara Menhub Budi Karya Sumadi dengan detikcom di ruangannya, Jl Medan Merdeka Barat pada akhir pekan lalu yang ditulis Rabu (7/12/2016):

Target yang telah dicapai Kemenhub 2016?

Target alhamdulillah, sudah menyelesaikan beberapa hal. Pertama kami sudah banyak membangun banyak bandara, baik yang dilakukan Kementerian maupun oleh Angkasa Pura I dan II. Konektivitas Indonesia dengan banyak kepulauan memang salah satunya bisa dijangkau karena itu (bandara).

Kalau dilihat sekarang, seperti di NTT, hampir setiap kabupaten memiliki bandara sehingga bisa dijangkau dengan mudah.

Laut juga begitu, kami sudah banyak membangun di daerah-daerah dan juga kami tugaskan pada Pelindo untuk merevitalisasi pelabuhan yang sudah ada. Tidak saja berkaitan dengan fungsi pelabuhan, tapi juga harus ada peralatan yang memadai. 

Yang lain, dari segi darat berhasil menyumbang banyak bus-bus ke daerah-daerah baik bagi para operator maupun pada daerah. 

Mulai tahun ini kami berpikir yang penting dalam proses pelayanan darat, layanan itu tercipta dan bisa diadakan, oleh karenanya kami, mulai pada akhir tahun ini, yang tadinya kami kasih bus, kami ganti dengan subsidi. Supaya ada satu kepastian dan fleksibilitas. 

Pada satu waktu kami sumbang bus ke daerah, ternyata orangnya nggak ada, atau operatornya kurang, atau tidak ada perawatan. Itu susah sekali buat fleksibel. Sementara, kalau ada subsidi, ya kami subsidi saja. Kalau ada pihak swasta bisa masuk sana, kami subsidi sehingga swasta bisa melakukan installment.

Kereta api bersama PT KAI sedang berjuang, belum selesai, bagaimana KA komuter dan jarak jauh bisa improve pelayanannya, terutama berkaitan dengan volume. Kalau komuter itu sangat diminati, dan kami akui harus kami improve. 
 
Sumber : news.detik.com 










Komentar Via Website : 1
obat lupus tradisional
02 Januari 2017 - 08:24:48 WIB
good information, thanks yeah admin https://goo.gl/i7iCIp
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)