Ekonomi

Pemprov Papua klaim pembangunan jalan-jembatan buka keterisolasian

Administrator | Rabu, 14 Maret 2018 - 15:05:27 WIB | dibaca: 181 pembaca

Beberapa pekerja ketika mengerjakan pembangunan jembatan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pembangunan infrastrukur seperti jembatan inilah yang dilakukan Pemprov Papua dalam meluncurkan program-program pro rakyatyang dapat mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya. (Foto: Antaranews Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (LiputanPapua.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengklaim pembangunan jalan dan jembatan di wilayahnya yang sementara ini digalakkan pemerintah pusat melalui program Jalan TransPapua, sangat positif karena akan membuka isolasi wilayah.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Selasa, mengatakan Bumi Cenderawasih sangat terkenal dengan wilayah yang terisolasi, dengan demikian, bila ibukota provinsi telah tersambung dengan kabupaten, selanjutnya kabupaten ke distrik dan kampung, maka diyakini hal itu akan banyak menolong masyarakat.

"Misalnya dari Jayapura-Tolikara-Mamit, ini jalur yang dapat dilalui dengan menggunakan pesawat, tapi jika sudah terbangun jalan darat, maka hasil bumi dari Mamit bisa dibawa dengan mudah ke Tolikara sebagai pasar kabupaten, kalau perlu ke Wamena," katanya.

Menurut Elia, sebab jika tidak ada pembukaan jalur ini maka Papua akan terus menerus mengalami pertumbuhan ekonomi ekstrim, di mana bila hasil tambang dieliminir, maka ekonomi tidak terlalu signifikan bagi masyarakat.

"Tetapi kalau sudah ada jalan darat, maka peranan ekonomi riil ini akan kelihatan sehingga patut diapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah mengalokasikan banyak anggaran untuk membangun infrastruktur Papua, melalui program pembangunan Jalan TransPapua yang membuka isolasi wilayah," ujarnya.

Dia menjelaskan kini, pemerintah pusat bersama Pemprov Papua tengah fokus membangun akses jalan darat Wamena-Tiom, Wamena-Tolikara, serta Wamena-Mulia, bahkan sedang diupayakan pembangunan jalan Jayapura-Wamena.

"Bayangkan ada sekitar 580 kilometer jalan yang akan dibangun antara Jayapura-Wamena, ini cukup jauh dan jika ruas ini dibuka, maka jalur ini akan banyak dilewati hasil bumi Orang Asli Papua," katanya lagi.

Dia menambahkan sehingga nanti hasil bumi itu tentunya dapat terangkut dengan biaya murah dan yang menjual adalah masyarakat pemilik itu sendiri, hal ini yang diharapkan dari pembangunan jalan itu, sehingga ada efek domino dialami oleh masyarakat dan juga pemerintah.
 
Sumber : Antaranews Papua 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)